Jumaadi, an Indonesian born artist, was exhibiting at the Bondi
Pavilion community cultural centre gallery as a homage to his homeland and a
gift to his present home – Australia.
Jumaadi is a young emerging artist who was awarded the Waverley Woollahra Art
Prize in 2002 and has been selected to participate in a number of prestigious
exhibitions including the Mosman Art Prize, Salon des Refuses and Art on the
Rocks.
For this exhibition he intentionally chose a community gallery
with a friendly profile which attracts a range of people from different walks
of life, in line with his commitment as a cultural activist to bridge the inner
relationship between the two cultures of Indonesia and Australia. As part of
this commitment some proceeds from the exhibition will be used to establish
a residency centre for Australian artists in Indonesia.
Jumaadi graduated from the National Art School, Sydney in 2000 where he was
taught by many prominent Australian artists including Euan McLeod and Aida Tomescu.
Jumaadi’s works are now part of the collection of Waverley
Council and a number of private collectors in Sydney. They emphasise internal
rhythms, colours are bright yet calm with expressive strokes which are both
gentle and vehement just like the situation in Indonesia (and the world) lately,
as if friendly and smiling but likely to burst into flames at any moment.
Mapping Memories provided an opportunity for more serious Indonesian artistic
activities in Sydney as Jumaadi attempted to break into the world of contemporary
Australian art which is often dominated by Australian born artists despite Australia
being a multicultural society. The exhibition ran from 23 June until 6 July
2003, opening with an Indonesian performance.
Jumaadi seniman kelahiran Indonesia berpameran di Bondi Pavilion
community cultural centre gallery as a homage to his homeland and a gift to
his present home – Australia.
Jumaadi adalah seniman muda yang berhasil memenangkan juara pertama Waverley
Woollahra Art Prize 2002 dan diseleksi untuk mengikuti pameran-pameran kesenian
berstandar regional ataupun nasional baik di Australia maupun Indonesia.
Dalam pameran seniman kelahiran Surabaya tahun 1973 ini sengaja memilih community
galeri yang mana lebih ramah dan dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat.
Hal ini sesuai dengan komitmennya sebagai aktivis kebudayaan yang telah berusaha
menjalin hubungan batin kedua budaya – Indonesia dan Australia.
Jumaadi menamatkan studinya di National Art School, Sydney pada tahun 2000 akademi
kesenian Australia yang banyak melahirkan perupa papan atas negeri kanguru.
Di antara dosen pengajarnya adalah seniman kondang Euan McLeod dan Aida Tomescu.
Karya-karya Jumaadi yang menjadi koleksi Waverley Council dan banyak kolektur
pribadi di Sydney sangat mengutamakan irama batin, warna-warna cerah namun teduh
dengan goresan-goresan ekspresif yang sekaligus penuh kelembutan dan gejolak
seperti halnya keadaan Indonesia (dunia) akhir-akhir ini, seolah-olah ramah
dan bersenyum namum sebentar kemudian berapi-api.
Mapping Memories adalah pameran kesenian Indonesia-Australia di Sydney yang
tidak bisa ditinggalkan, merupakan tonggak untuk kegiatan kesenian Indonesia
di Sydney yang lebih serius. Jumaadi mencoba menembus bersama kesenian kontemporer
Australia yang lebih banyak didominasi oleh seniman-seniman yang lahir di negeri
ini meskipun sebenarnya Australia adalah negeri multikultural.
Pameran Mapping Memories berlangsung dari tanggal 23 Juni sampai dengan tanggal
6 Juli 2003.

Mapping Memories - Continued


The Opening Performance

Adi Jumaadi